LANGKAH MEMPERKUAT CAHAYA
BATIN
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Batin adalah sesuatu yang hidup pada diri kita. batin harus selalu hidup dengan dihiasi dengan cahaya. karena dengan cahaya, batin akan bersih dari segala kotoran yang membuat kualitas hidup seseorang dengan sang pencipta semakin menurun. untuk itu berikut 10 langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat cahaya batin :
1. Zikir
Zikir
memiliki pengaruh yang kuat terhadap kecemerlangan cahaya batin. Hati yang
selalu terisi dengan Cahaya Zikir akan memancarkan Nur Allah dan keberadaannya
akan mempengaruhi perilaku yang serba positif.
Kebiasaan melakukan zikir dengan baik dan
benar akan menimbulkan ketentraman hati dan menumbuhkan sifat ikhlas. Hikmah
zikir amatlah besar bagi orang yang ingin membangkitkan kekuatan indera
keenamnya ( batin ). Ditinjau dari sisi ibadah, zikir merupakan latihan menuju
Ikhlasnya hati dan Istiqomah dalam berkomunikasi dengan Al Khaliq ( Sang
Pencipta ).
Ditinjau dari sisi kekuatan batin, zikir merupakan metode membentuk dan
memperkuat Niat Hati, sehingga dengan izin Allah SWT, apa yang terdapat dalam
hati, itu pula yang akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan kata lain, zikir
memiliki beberapa manfaat, diantaranya : Membentuk, Memperkuat Kehendak,
Mempertajam Batin, sekaligus bernilai Ibadah.
Dengan zikir berarti membersihkan dinding kaca batin, ibarat sebuah bohlam
lampu yang tertutup kaca yang kotor, meyebabkan cahaya-sinarnya tidak muncul
keluar secara maksimal. Melalui zikir, berarti membersihkan kotoran yang
melekat sehingga kaca menjadi bersih dan cahaya-sinarnya bisa memancar keluar.
Sampai disini mungkin timbul suatu
pertanyaan. Apakah zikir memiliki pengaruh terhadap kekuatan batin ? untuk
menjawab pertanyaan ini, kiranya perlu diketahui bahwa hal tersebut merupakan
bagian dari karunia Allah SWT.
Dalam sebuah Hadist. Bahwa dengan selalu
mengingat Allah menyebabkan Allah membalas ingat kepada seorang hamba-Nya “ Aku
selalu menyertai dan membantunya, selama ia mengingat Aku “ karena itu,
agar Allah senantiasa mengingat Anda, perbanyaklah mengingat-Nya dengan selalu
berzikir.
2. Do’a
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan Rohani pada dirinya,
hendaklah memperbanyak do’a kepada orang lain, disamping untuk diri sendiri dan
keluarganya. Caranya, cobalah anda mendo’akan seseorang yang anda kenal dimana
orang itu sedang mengalami kesulitan.
Menurut para Ahli Hikmah, seseorang yang
mendoa’kan sesamanya maka reaksi do’a itu akan kembali kepadanya, contohnya :
Anda mendo’akan si “A“ yang sedang dirundung duka agar Allah berkenan
mengeluarkan dari kedukaan, maka yang pertama kali merasakan reaksi do’a itu
adalah orang yang mendo’akan, baru setelah itu reaksi do’anya untuk orang yang
dituju.
Karena itu semakin banyak anda berdo’a untuk
kebaikan sahabat, guru anda, orang yang dikenal/ tidak dikenal, siapa pun juga,
maka akan semakin banyak kebaikan yang akan anda rasakan. Sebaliknya jika anda
berdo’a untuk kejelekan si “A“ sementara si “A“ tidak patut di do’akan jelek
maka reaksi do’a tersebut akan kembali kepada Anda. Contohnya : Anda berdo’a
agar si “A” jatuh dari sepeda motor, maka boleh jadi anda akan jatuh sendiri
dari sepeda motor, setelah itu baru giliran si “A“.
Tetapi dalam sebuah Hadist disebutkan,
Seseorang yang berdo’a untuk kejelekan sesamanya maka do’a itu melayang-layang
di Angkasa, jika orang yang dido’akan jelek itu orang zalim maka Allah SWT akan
memperkenankan do’anya, sebaliknya jika orang yang dituju itu orang baik-baik,
maka do’a itu akan kembali menghantam orang yang berdo’a.
Dari sini lalu timbul konsep “ Saling Do’a
men Do’akan “ seperti guru memberikan atau menghadiahkan do’a berupa surat
Al Fatehah kepada muridnya. Sebaliknya murid pun berdo’a untuk kebaikan
gurunya. Lalu siapa yang patut disebut guru ? guru adalah orang yang memberikan
informasi pengetahuan akan suatu ilmu. Dimana ilmu itu selanjutnya kita amalkan
dan bermanfaat.
Dalam Hadist yang lain disebutkan bahwa do’a
yang mudah dikabulkan adalah do’a yang diucapkan oleh seorang sahabat Secara
Rahasia, Mengapa ?? ini disebabkan karena do’a itu diucapkan secara Ikhlas.
Keikhlasan memiliki nilai ( kekuatan ) yang sangat tinggi.
Karena itu perbanyaklah berdo’a atau
mendo’akan sesama yang sedang dirundung duka. Insya Allah reaksi dari do’a itu
akan anda rasakan terlebih dahulu, selanjutnya baru orang yang anda do’akan,
semoga !!!.
Disamping itu, mendo’akan seseorang memiliki
nilai dalam membentuk kepribadian lebih peka terhadap persoalan orang lain.
Jika hal ini dikaitkan dengan janji Allah ; Bahwa barang siapa yang mengasihi
yang dibumi maka yang dilangit akan mengasihinya, berlakulah hukum timbal
balik. Siapa menanam kebajikan ia akan menuai kebajikan juga, sebaliknya jika
ia menanam kezaliman maka ia pun akan menuai kezalimannya juga.
3. Shalawat Nabi
Mungkin sudah sering/ pernah mendengar
nasihat dari orang-orang tua kita bahwa kalau ada bahaya, kita disarankan salah
satunya adalah untuk memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Konon dengan mendo’akan keselamatan kepada
Nabi, Allah SWT akan mengutus para malaikat untuk ganti mendo’akan keselamatan
kepada orang itu. Dalam beberapa hadist Rasullullah SAW banyak kita temukan
berbagai keterangan tentang Afdalnya bershalawat. Diantaranya “ Setiap do’a
itu Terdindingi, sampai dibacakan Shalawat atas Nabi “ ( HR. Ad- Dailami ).
Pada hadist yang lain yang diriwayatkan oleh
Ahmad, Nasa’I dan Hakim, Rasullullah SAW bersabda, “ Barang siapa membaca
Shalawat untuk Ku sekali, maka Allah membalas Shalawat untuknya sepuluh kali
dan menanggalkan sepuluh kesalahan darinya dan meninggikannya sepuluh derajat “
.
Yang berkaitan dengan urusan kekuatan batin, terdapat dalam Hadist yang
diriwayatkan Ibnu Najjar dan Jabir, “ Barangsiapa ber-Shalawat kepada Ku
dalam satu hari seratus kali, maka Allah SWT memenuhi seratus hajatnya, tujuh
puluh dar ipadanya untuk kepentingan akhiratnya dan tiga puluh lagi untuk
kepentingan dunianya ”.
Berdasarkan hadist-hadist itu, benarlah
adanya jika orang-orang tua kita menyuruh anak-anaknya untuk memperbanyak
shalawat kepada anak cucunya. Karena selain merupakan penghormatan kepada
junjungannya juga memiliki dampak yang amat menguntungkan dunia dan akhirat.
4. Makanan Halal dan Bersih
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan batin bersumber dari tenaga Ilahiyah
harus memperhatikan makanannya. Baginya pantang kemasukan makanan yang haram
karena keberadaannya akan mengotori hati. Makanan yang haram akan membentuk
jiwa yang kasar dan tidak religius. Makanan yang haram disini bukan hanya
dilihat dari jenisnya saja ( Misal ; Babi, bangkai, dll. ), tapi juga dari cara
dan proses untuk mendapatkan makanan tersebut.
Efek dari makanan yang haram ini
menyebabkan jiwa sulit untuk diajak menyatu dengan hal-hal yang positif,
seperti : dibuat zikir tidak khusuk, berdo’a tidak sungguh-sungguh dan hati
tidak tawakal kepada Allah.
Daging yang tumbuh dari makanan yang
haram selalu menuntut untuk diberi makanan yang haram pula. Seseorang yang
sudah terjebak dalam lingkaran ini sulit untuk melepaskannya, sehingga secara
tidak langsung menjadikan hijab atau penghalang seseorang memperoleh getaran/
cahaya Ilahiyah.
Disebutkan, setitik makanan yang haram
memberikan efek terhadap kejernihan hati. Ibarat setitik tinta yang jatuh
diatas kertas putih, semakin banyak unsur makanan haram yang masuk, ibarat
kertas putih yang banyak ternoda tinta. Sedikit demi sedikit akan hitamlah
semuanya.
Hati yang gelap menutupi hati nurani,
menyebabkan tidak peka terhadap nilai-nilai kehidupan yang mulia. Seperti kaca
yang kotor oleh debu-debu, sulitlah cahaya menembus nya. Tapi dengan zikir dan
menjaga makanan haram, hati menjadi bersih bercahaya.
Begitu halnya jika anda menghendaki dijaga
para malaikat Allah, jangan kotori diri anda dengan darah dan daging yang
tumbuh dari makanan yang haram. Inilah mengapa para ahli Ilmu batin sering
menyarankan seorang calon siswa yang ingin suatu ilmu agar memulai suatu
pelajaran dengan laku batin seperti puasa.
Konon, puasa itu bertujuan menyucikan darah
dan daging yang timbul dari makanan yang haram. Dengan kondisi badan yang
bersih, diharapkan ilmu batin lebih mampu bersenyawa dengan jiwa dan raga.
Bahkan ada suatu keyakinan bahwa puasa tidak terkait dengan suatu ilmu.
Fungsinya hanya untuk mempersiapkan wadah yang bersih terhadap ilmu yang akan
diwadahinya.
5.
Berpantang Dosa Besar
Berpantang melakukan dosa-dosa besar juga
dalam upaya membersihkan rohani. Di mana secara umum kemudian dikenal pantangan
Ma-Lima yaitu : Main, Madon, Minum, Maling dan Madat, yang artinya
berjudi, zina, mabuk-mabukan, mencuri dan penyalahgunaan narkotika.
Walau lima hal ini belum mencakup keseluruhan
dosa besar tetapi kelimanya diyakini sebagai biang dari segala dosa. Judi
umpamanya, seseorang yang sudah terlilit judi andaikan ia seorang pemimpin maka
cendrung korup dan hanya kecil kejujuran yang masih tersisa padanya.
Begitu halnya dengan perbuatan seperti zina,
mabuk-mabukan, mencuri, dan menyalahgunakan narkotika diyakini sebagai hal yang
mampu menghancurkan kehidupan manusia. Karena itu orang yang ingin memiliki
kekuatan batin yang hakiki hendaknya mampu menjaga diri dari lima perkara ini.
Seseorang yang sudah “ Kecanduan
“ satu diantara yang lima perkara ini bukan hanya rendah dipandang Allah,
dipandangan manusia biasa pun ikut rendah. Nurani yang kotor menyebabkan
do’a-do’a tidak terkabul.
Beberapa langkah apabila dilakukan secara
konsekuen, Insya Allah menjadikan manusia “Sakti“ Dunia Akhirat. Getaran
batinnya kuat, ibarat voltage pada lampu yang selalu di tambah getarannya
sementara kaca yang melingkari lampu itu pun selalu dibersihkan melalui
laku-laku yang positif.
Hikmah suatu amalan ( bacaan ) biasanya
terkait dengan perilaku manusianya. Dalam hadistnya Turmudzi meriwayatkan, “ Seseorang
yang mengucapkan Laa ilaha illallah dengan memurnikan niat, pasti dibukakan
untuknya pintu-pintu langit, sampai ucapannya itu dibawa ke Arsy selagi
dosa-dosa besar dijauhi “.
Hadist ini bisa ditafsiri bahwa suatu amalan
harus diimbangi dengan pengamalan. Adanya keselarasan antara ucapan mulut
dengan tindakan menyebabkan orang itu mencapai hakikatnya “
Kekuatan-Kesaktian”.
6. Berhati Ikhlas Berpantang Tamak
Seseorang yang memiliki hati ikhlas, tidak rakus dengan dunia lebih memiliki
kepekaan dalam menyerap pelajaraan ilmu batin. Secara logika, orang yang
berhati ikhlas lebih mudah memusatkan konsentrasinya pada satu titik tujuan,
yaitu persoalan yang dihadapinya.
Disebutkan bahwa orang yang berhati
ikhlas diperkenankan Allah SWT untuk : Berbicara, Melihat, Berpikir dan
Mendengar bersama dengan Lidah, Mata, Hati dan Telinga Allah ( baca hadist
Thabrani ).
Hati yang ikhlas identik dengan
ketiadaan rasa tamak. Orang yang memiliki sifat ikhlas dan tidak tamak amat
disukai manusia. Rasullullah SAW pernah didatangi seorang sahabat yang ingin
meminta resep agar disukai Allah SWT dan disukai sesama manusia. Rasullullah
bersabda : “ Jangan rakus dengan Harta Dunia, tentu Allah akan menyenangimu,
dan jangan tamak dengan hak orang lain, tentu banyak orang yang menyenangimu
“.
Hadist ini jika dikaitkan dengan kehidupan para spiritualis mereka
memiliki power pertama kali disebabkan karena kharismanya, jika seseorang itu
banyak disukai sesamanya maka apa yang diucapkan pun akan dipercaya. Sebaliknya
walau orang itu berilmu tinggi tetapi kalau tidak disukai sesamanya maka apa
yang diucapkannya pun tidak akan ada yang menggubris.
7. Bersedekah ( Dermawan )
Bersedekah selain untuk tujuan ibadah sosial juga memiliki pengaruh terhadap
menyingkirnya bahaya. Banyak hadist membahas masalah sedekah berkaitan dengan
tolak-balak. Dengan banyak bersedekah, seseorang akan memperoleh limpahan
rezeki dan kemenangan.
Rasullullah SAW bersabda : “Wahai Manusia
!! Bertobatlah Kamu kepada Allah sebelum mati, segeralah Kamu beramal saleh
sebelum Kamu sibuk, sambunglah hubungan dengan Tuhanmu dengan memperbanyak
zikir dan memperbanyak amal sedekah dengan rahasia maupun terang-terangan.
Tuhan akan memberi Kamu rezeki, pertolongan dan kemenangan“( HR Jabir RA ).
Dalam kehidupan bermasyarakat kita bisa
melilhat hikmah dari sedekah ini. Seseorang yang memiliki jiwa dermawan amat
disukai sesamanya. Logikannya jika orang itu disukai banyak orang maka ia jauh
dari bahaya.
Kisah nyata terjadi pada suatu daerah.
Dua orang yang sama-sama memiliki ilmu batin memiliki kebun mangga. Ketika
hampir musim panen, mangga dari seorang dermawan itu tidak ada yang mencurinya,
sebaliknya kebun mangga yang milik orang bakhil itu banyak dicuri anak-anak
muda.
Disinyalir, pencurian itu terjadi
karena unsur “ Tidak Suka “ dengan pemilik kebun. Sedangkan anak-anak
muda itu mengapa tidak mau mencuri kebun milik sang dermawan, rata-rata mereka
mengutarakan keengganannya “ Ah dia orang baik kok kita kerjain “
katanya, nah anda ingin menang dan sakti dunia akhirat ?? perbanyaklah sedekah.
8. Mengurangi Makan dan Tidur
Sebuah laku tirakat yang universal yang berlaku untuk seluruh makhluk hidup
adalah puasa. Ulat agar bisa terbang menjadi kupu-kupu harus berpuasa terlebih
dahulu, ular agar bisa ganti kulit harus puasa terlebih dahulu dan ayam agar
bisa beranak pun harus puasa terlebih dahulu.
Secara budaya banyak hal yang dapat
diraih melalui puasa. Orang-orang terdahulu tanpa mempermasalahkan sisi
ilmiahnya aktivitas puasa telah berhasil mendapatkan segala daya linuwih atau
keistimewaan melalui puasa yang lazim disebut tirakat.
Para spiritualis mendapatkan Wahyu
maupun Wisik ( Petunjuk ghoib melalui puasa terlebih dahulu ). Dan tradisi itu
masih terus dilestarikan orang-orang zaman sekarang. Intinya sampai kapanpun
orang tetap meyakini dengan mengurangi makan dalam hal ini adalah puasa,
seseorang akan memperoleh inspirasi baru, intuisi.
Tradisi kita, ketika secara budaya
sudah tiada lagi tempat untuk bertanya, melalui puasa seseorang bisa
mendapatkan telinga yang baru dan ketika ia tak lagi mampu berkata, dengan
puasa seseorang mampu memperoleh mulut yang baru.
Secara logika, puasa adalah bentuk
kesungguhan yang diwujudkan melalui melaparkan diri. Hanya orang-orang yang sungguh-sungguh
saja yang sanggup melakukannya. Aktivitas ini jika ditinjau dari sisi ilmu
batin, menunjukan bahwa kesungguhan memprogram niat itu yang akan menghasilkan
kelebihan-kelebihan.
Hati yang diprogram dengan sungguh-sungguh
akan menghasilkan seseuatu yang luar biasa. Karena itu dalam menempuh ilmu
batin, aktivitas puasa mutlak dibutuhkan. Karena didalam puasa itu tidak hanya
bermakna melaparkan diri semata. Lebih dari itu, berpuasa memiliki tujuan menon
aktifkan nafsu syaithoni.
Non aktifnya nafsu secara tidak langsung
meninggikan taraf spiritual manusia, sehingga orang-orang yang berpuasa do’a
nya makbul dan apa yang terusik dalam hatinya sering menjadi kenyataan.
Menurut Imam Syafi’i dengan berpuasa
seseorang terhindar dari lemah beribadah, berat badanya, keras hatinya, tumpul
pikirannya dan kebiasaan mengantuk. Dari penyelidikan ilmiah puasa diyakini
memiliki pengaruh terhadap kesehatan manusia.
Orang-orang terdahulu memiliki ketajaman mata
batin dan manjur Ilmu kanuragannya karena kuatnya dalam Laku Melek atau
mengurangi tidur malam hari. Bahkan burung hantu yang dilambangkan sebagai
lambang ilmu pengetahuan pun disebabkan karena kebiasannya “Tafakur
“ pada malam hari.
Dalam filosofi ilmu batin, memperbanyak
tafakur malam hari menyebabkan seseorang memiliki “Mata Lebar“, yaitu
ketajaman dalam melihat dan membaca apa-apa yang tersirat dibalik kemisterian
alam semesta ini.
Bahkan ketika agama Islam datang pun
membenarkan informasi sebelumnya yang dibawa oleh agama lain. Hanya Islam yang
menginformasikan bahwa dengan ber-Tahajud ketika orang lain terlelap dalam
tidur, menyebabkan orang itu akan ditempatkan Allah SWT pada tempat yang
terpuji.
Pada keheningan malam terdapat berbagai
hikmah. Melawan “Nafsu“ tidur menuju ibadah kepada Allah SWT dan dalam
suasana hening itu konsentrasi mudah menyatu. Saat ini lah Allah SWT memberikan
keleluasaan kepada hamba-hamba-Nya guna memohon apa saja yang diinginkan.
Banyak para spiritualis yang memiliki
keunikan dalam ilmu batin bukan karena banyaknya ilmu dan panjangnya amalan
yang dibacanya, melainkan karena laku prihatin pada malam harinya. Insya Allah
seseorang yang membiasakan diri tafakur dan beribadah pada malam hari, maka
Allah SWT akan memberikan keberkahan dalam ilmu-ilmunya.
9. Zikir Kalimah Toyyibah
Ada
hal-hal yang tersembunyi dibalik zikir kalimah Toyyibah “ La ilaha illallah
“ pertama, zikir ini disebut sebagai sebaik-baiknya zikir, berdasarkan hadist
riwayat Nasa’i, Ibnu Majjah, Ibnu Hibban, dan Hakim “ Afdhaluzd dzikri La
ilaha Illallaahu “ yang artinya : sebaik-baik zikir adalah La ilaha
illallah.
Kemudian pada hadist yang lain disebutkan bahwa dengan zikir
kalimah Toyyibah ini menyebabkan pintu langit terbuka, selagi yang membaca
kalimah itu orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Sedangkan dengan mengamalkan
zikir kalimah ini, sepanjang zikir ini diamalkan secara tulus ikhlas mengharap
ridho Allah SWT, justru Allah yang akan mengatur potensi manusia. Dalam hadist
Qudsy tersurat : “ Barang siapa disibukkan zikir kepada-Ku sehingga tidak
sempat memohon dari-Ku maka Aku akan memberikan yang terbaik dari apa saja yang
Ku berikan “
Artinya : hikmah dari zikir kalimah Toyyibah itu, seseorang akan diberi karunia
oleh Allah SWT walau jenis karunia itu tidak dimintanya. Ini Yang disebut
dengan rezeki yang tak terduga-duga.
Hikmah lain, dari membiasakan diri berzikir kalimah “ La ilaha
illallah “, secara tidak langsung berarti merekam kalimat itu pada alam
bawah sadar manusia. Seseorang dalam kondisi kritis, kalimat yang reflek muncul
dari alam bawah sadarnya adalah kalimat yang paling akrab dengan lidah dan
hatinya.
Maka, seseorang yang istiqomah dalam zikir
kalimah “ La ilaha illallah “, bila saat sakaratul maut hendak
menjemput, Insya Allah kalimat itu yang akan muncul dari mulutnya. Dengan demikian
berlakulah janji Allah SWT bahwa seseorang yang diakhir hayatnya mengucapkan
kalimat “ La ilaha illallah “, maka sorgalah balasannya.
Menyimak hal-hal dibalik kalimah Toyyibah ini, ada dua keuntungan
yang bisa kita raih. Pertama keuntungan dunia berupa ketenangan hati akibat
biasa dari aktivitas zikir, juga keuntungan dunia berupa datangnya karunia yang
dilimpahkan yang lebih baik dibanding hamba lain yang meminta.
Sedangkan pahala
akhiratnya adalah menemui kematian dengan Khusnul Khotimah. Semoga kita
termasuk hamba-hamba Allah yang memperoleh keuntungan dunia akhirat. Amin.
10.
Memakai Wewangian
Kalau kekuatan fisik seseorang ditentukan dari ototnya. Kekuatan
ilmu batin ditentukan dari roh. Memperkuat roh, salah satu caranya dengan
wewangian. Karena itu orang yang sedang mempelajari ilmu batin atau ingin
melestarikan kekuatan ilmu batin dalam jiwa raganya, ia dituntut selalu
mengenakan wewangian.
Disebutkan, wewangian amat dibenci setan dan disukai para
malaikat. Pengertian “Wangi “ disini bukan sekedar wangi karena bau
minyak wangi. Wangi yang hakiki adalah wanginya kepribadian, dan itu berarti
Ahlakul Karimah. Tentu saja, melengkapi antara syareat dan hakikat itu
seseorang memang disunahkan memakai wewangian sekaligus menghiasi diri dengan
Ahlak yang baik.
itulah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat cahaya batin, silahkan share agar saudara kita juga dapat melakukan langkah-langkah ini dan memiliki cahaya batin yang kuat..
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh