GAMBAR

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 10 Desember 2022

Maaf, Aku Belum Menaruh Rasa Kepadamu

 

Maaf, Aku Belum Menaruh Rasa Kepadamu

  

(Allahu Akbar Allahu Akbar…)

Suara azan membangunkan lelah dan kantuknya. Begitu berat rasanya untuk bangun kembali. Gimana tidak afwan baru pulang kerja pukul 00.30 sesampai di rumah ia harus menyicil tugas skripsinya hingga pukul 02:00, yang ia sedang kejar target 2 pekan lagi untuk bisa lulus tahun ini jika tidak ia harus ikut wisuda tahun depan. Rasanya berat bagi afwan menyiakan waktu karena itu salah satu impiannya menjadi sarjana sejak masa MTs dulu. Pun demikian ia ingin memberikan 3 hadiah untuk orangtuanya, bisa wisuda tepat waktu, menikah dengan cara yang halal dan memberangkatkan umroh/haji, usia orangtuanya yang sudah renta membuat afwan lebih semangat mengejar impian yang selalu bergelayut di pikirannya.

 

Afwan terbangun dari tidurnya yang dalam keadaan duduk, tangannya masih memegang mouse tanpa kabel berwarna hitam list merah, itulah warna kesukaan afwan.

“Alhamdulillah, masih ada”

afwan sejak bangun baru sadar bahwa ia belum menyimpan hasil ketikan skripsi BAB III nya, dan langsung menyimpan. Seketika kedua mata afwan terpengarah ke handphone yang berada di samping mouse yang tiba-tiba ada notife pesan masuk.

“afwan jangan lupa pagi ini yang rapi dan tolong siapkan pertanyaan dan jawaban dari akhwatnya yah, semoga ini jalanmu, barakallahu fiik, semangat yah :)”.

Seketika wajah afwan merekah melihat pesan ingatan dari murobinya yang sudah janjian akan nadzor1 dengan seorang akhwat yang baru ia kenal dalam lembaran curriculum vitae. Menaruh hanphone ke meja, ambil air wudhu, ambil peci hitam dan memakai sarung, afwan berangkat sholat subuh ke masjid.

 

….

Kebiasaan afwan selepas sholat ia melihat fajar di arah timur yang terlihat jelas dari depan masjid yang cukup tinggi yang dikelilingi rumah-rumah megah perumahan elit kota baja metropolitan, yang dihuni para menejer kantoran dan para PNS yang gajian bulanannya sudah 2 digit. Sementara afwan bukan tinggal disana, ia tinggal di kosan di Lorong dekat perumahan yang hampir semua tingkat 2 dan 3 yang menutupi atap kosannya. Sambil duduk di tangga paling atas afwan memandang dengan pandangan takjub.

“MaasyaAllah, Robbana ma kholaqta hadza baatila, robbana faqina ‘adza bannar”.

Afwan melafadzkan kalimat yang diajarkan gurunya setiap melihat keindahan alam.

        “Kenapa Afwan, apa yang sedang kamu pikirkan?”

 Suara lembut itu membuyarkan fokus afwan memandangi fajar kemerahan itu.

          “Ia Ustadz, maaf tanya apa tadi?” fokus memandang pemandangan indah di arah timur membuat telinga afwan blur mendengar pertanyaan ustadz zaki.

“Ustadz liat dari tadi dari kejauhan, kamu diam tanpa pergerakkan, Ustadz kira kamu sedang lanjutin zikir disini”

tertawa kecil ustadz zaki yang merupakan guru ngaji afwan di komplek seberang kosan afwan.    

“Ustadz ini bisa aja, memang saya bukan sedang Latihan baris berbaris ustadz yang harus gerak-gerak ke kanan dan ke kiri sambil loncat-loncat” afwan menyeringai

          “kamu bisa juga balas candaan saya afwan” senyum ustadz zaki

“Jika ada yang mau kamu ceritakan, katakan saja selagi itu bukan aib kamu yang tak boleh kamu ceritakan pada orang lain”

“saya malu ustadz”

“ngapain malu, kan kamu pakai baju lengkap seperti ini” candaan ustadz zaki sambil melirik baju afwan yang masih mengenakan baju kerja, sarung dan peci hitam

“ceritakan saja afwan, agar lebih lega, semoga ustadz bisa kasih masukan” pinta ustadz zaki lembut

“Baik ustadz” afwan membenahi kakinya sekarang berhadapan kepada ustadznya.

“gini ustadz, saya mau nadzor dengan seorang akhwat yang dikenalkan dengan teman saya dan kebetulan teman saya yang jadi perantaranya. Rencanaya pagi ini kita melangsungkan nadzornya”

“Nah itu bagus, MaasyaAllah, jarang loh orang mau pakai sistem seperti ini dalam memilih pasangan, lalu apa yang menjadi berat bagimu?”. Tanya ustadz zaki

“yang masih kepikiran adalah saya ragu tadz. Saya pernah dengan yakin nadzor seperti ini karena akhwatnya meyakinkan saya untuk lanjut setelah baca curiculum vitae nya. Setelah nadzor ia memutuskan lanjut, Namun setelah tahap mengenalkan kepada orangtua, saya sudah minta izin ke orangtua meski berat dan akhirnya diizinkan, namun bukan karena orangtuanya, akhwatnya sendiri yang mangatakan untuk tidak lanjut dengan alasan masih belum yakin karena saya terlalu sibuk dengan organisasi dan kegiatan saya” jelas afwan

“lalu, menurut kamu, apakah organisasi kamu itu menghambat visi misi pernikahannya nanti” tanya ustadz zaki meyakinkan

“Justru menurut saya, organisasi saya ini akan mendukung visi misi pernikahan nanti ustadz, saya juga sudah sampaikan jika dengan alasan syar’i saya juga bisa minta digantikan posisi saya di organisasi kepada orang lain”

“lalu jawabannya” ustadz zaki penasaran

“begitulah ustadz, mungkin karena alasan lain yang tidak ia bisa sampaikan”

“baik. Sekarang kamu menyerah dengan kejadian itu? Sampai-sampai ada kesempatan yang baik ini justru berbalik kamu yang ragu?” tanya Ustadz zaki yang merubah posisi duduk menghadap kea rah afwan, membuat posisi ustadz zaki dan afwan berhadapan situasi mulai lebih serius.

“begini nak, ustadz juga pernah merasakan hal yang sama, bahkan ustadz sudah mau ke jenjang pernikahan”

“serius ustadz? eh maaf tadz” kaget zaki hingga matanya melotot ke ustadz zaki

“bahkan 2 rius afwan, jadi gini, menurut ustadz jodoh itu misteri bahkan unik, tidak ada yang tahu jodoh kita siapa, dimana dan kapan datangnya, bahkan yang sudah berada di depan mata pun belum tentu ia jodoh kita dan yang lebih lagi yang sebentar lagi akan melakukan akad, jika ia bukan jodohnya bisa batal pernikahannya”

“ahhh” ustadz zaki menghela nafas Panjang dan menyilangkan kedua kaki

“afwan, pesan ustadz, temui Wanita itu dengan keyakinan, dengan semata-mata karena Allah bukan karena dan sebab apapun. Kata guru ustadz pernah mengatakan ada dua kemungkinan seseorang itu adalah jodoh kita, yang pertama ia menerima kita dengan tanpa tapi dan kedua orang tuanya merestui dengan kita, begitupun dengan kamu kepadanya. Jika keduanya terpenuhi setelah kamu nadzor bahkan lanjut ke tahap setelahnya mungkin itu jodoh kamu, namun jika setelah nadzor kamu makin ragu maka istihorohlah kepada Allah, karena ia sebaik-baik pemberi keputusan” ustadz zaki mengelus Pundak afwan yang sedari tadi tak bisa berkata mendengar nasihat ustadz zaki.

“baik ustadz” lembut afwan menjawab nasihat yang Panjang itu. Ustadz zaki beranjak berdiri dan meninggalkan afwan. Beberapa Langkah meninggalkan afwan, ustadz zaki menoleh ke afwan yang masih duduk.

“satu lagi afwan, Jodoh itu akan mencari jalannya untuk menemuimu bagaimanapun rintangannya, Bismillah” senyum ustadz zaki menutup perjumpaan di tengah suasana syahdu menunggu Mentari terbit.

 


Bersambung….

Kims. 11/12/22

Rabu, 19 Oktober 2022

Pohon tak Berdaun dan Kunang-kunang.

Dari lantai 12 meter, lantai 3 area produksi dimana aku kerja. Aku benar melihat pohon yang daunnya telah berguguran sekitar 50 meter dari tempat aku duduk menikmati malam tak bersuara. Tak kuasa menahan panasnya kemarau, dikejauhan sana persis jatuhnya bola mata ini kupusatkan pada pohon yang naif itu. Pohon yang tak berdaun, batang-batang menjalar bagai tiada arah, semakin menjalarkan ke atas hanya semakin kehampaan yang ditemui. Tunggu jatuh atau sakit menunggu musim hujan datang.

           Sama seperti laki-laki berusia 26 Tahun yang sedari tadi menatap pohon yang berhasil menanggalkan semua daun pada pucuk tangkai pohon, memikirkan kenapa pohon yang sudah menjulang tinggi itu mau melepaskan seluruh daunnya, dan kenapa daun-daun enggan berada dibagian pohon-pohon itu? Apakah pohon itu membuat daun-daun marah? Menyakiti atau justru mengusir? Atau daun-daun yang sudah sombong dan enggan berada di pohon yang sudah tak terlihat indah itu? Berulang kali lelaki yang akrab dipanggil dengan nama amar itu menyendiri menatap pohon misteri itu.

“dooooooor”.”masih saja kau menatapi pohon yang mau mati itu amar?, tak guna lah kau, pohon itu sudah tak kuat menahan yang ia bebani amar, dah berulang kali lah kau kubilang, tak juga kau dengar, dah lah lihatlah sampai kau bosan mar, aku mau tidur duluan”.

“eh, bentar-bentar, kamu ada benarnya zak”. Amar menyergah zaki pergi dari tempat yang beralas jembatan besi berongga.

“apa lagi?”

“kamu tadi bilang apa?, coba ulang” amar seperti mendapat jawaban dari pernyataan zaki yang sebenarnya sudah biasa keluar dari mulut zaki.

“pohon itu sudah tak kuat menahan yang ia beban amar,” “jelas?” amar mempertegas. “Dah lah aku mau pergi” zaki memalingkan kepala membelakangi amar.

“zak zak zak… kesini zaki,” amar seketika bangun dari lamunannya kini berdiri dengan wajah terkagum seperti melihat para bidadari yang hadir didepannya.

“kenapa lagi amar, sang puit…..” amar menutup mulut zaki dan menolehkan ke pohon yang tak berdaun itu, sekarang penuh dengan kunang-kunang. Entah dari mana kunang-kunang itu hampir memenuhi setiap cabang dan ujung tangkai pohon tak berdaun itu, menggantikan daun yang hilang, pohon yang terlihat layu dan hampir mati itu, berganti seperti pohon syurga yang sangat indah didepan mata.

“i..i…itu benar pohon yang tadi amar?” zaki tak percaya melihat keindahan pohon yang tadi ia abaikan karena tak ada indah-indahnya, dan sekarang berbalik 1000 derajat.

“kamu benar zaki, pohon itu sudah tak kuat menahan beban, sehingga ia lepaskan semua beban itu dan membiarkan ia tetap suci tanpa noda dan dosa”.

“maksudmu?” zaki meminta penjelasan, seolah ambigu dengan perkataan amar

“begini, manusia dengan segala yang ia punya, maka amat terlihat indah, perhiasan, jabatan tinggi, rumah mewah, harta banyak, kendaraan bagus dan apalah yang membuat ia terlihat senang. Kamu tau zak, sejatinya itu semua tidak membuat mereka senang karena tetap mereka khawatir terhadap semua harta itu. Mau diberikan kemana setelah ia tiada, dan apakah kamu perhatikan zak, dari mana harta dan segala yang ia punya didapatkan? Apakah dari yang halal? Ataukah dari……”

“Stop stop, jangan dilanjut” potong zaki. “pernyataan pertama saya setuju, untuk yang kedua kamu jangan suuzon mar, siapa tau dia dapat dari yang halal dan dikasih turunannya”.

“dan kamu yakin nenek moyang mereka dapat dari yang halal?”

“entah, haha” zaki mulai menikmati suasana yang dinikmati amar.

“Dilanjut gak nih” amar menegaskan.

“lanjut-lanjut pak ustadz” zaki menyeringai

“Daun-daun itu berguguran karena bisa saja pohon sudah tak butuh lagi, bisa juga mengganggu, bisa saja pohon tidak tenang dengan adanya daun-daun itu sehingga pohon harus melepaskan semua daunnya agar bersih kembali. Bukankah sama dengan manusia? Saat semua harta yang didapat dan kemewahan, juga posisi tertinggi sudah didapatkan dan justru semua itu tidak memberikan kesenangan dan ketenangan kepada hati mereka, maka sebaiknya mereka melepaskan semua dari hati mereka dan menaruh digenggaman agar mudah untuk melepaskan, bukankah itu pilihan yang terbaik? Kita lihat pohon itu, ia melepaskan semua daun dan menjadikannya suci dan bersih, sehingga tanpa kita sadari, cahaya kunang-kunang muncul dan menghiasi pohon itu. Bukankah manusia juga seperti itu? Setelah ia melepaskan semua yang dapat melalaikan hati dan dari sumber-sumber keburukan maka ia akan mudah untuk berbuat kebaikan dan mengingat Tuhannya. Maka Tuhan memberikan Nur-Cahaya dihatinya untuk menjadi baik dan lebih indah dari sebelumnya”

“emang geh boleh kamu mah lur, kamu belajar dimana ilmu kayak gitu” zaki terkesima

“gunung kidul, kamu mau ikut?”

“yuk, aku ikut, akupun mau belajar biar bisa ngalahin kepinteran kamu”

“Astaghfirullah, niatnya aja udah gak bener”

“hehe, sorry bro becanda” zaki menyeringai lebar.

Zaki dan amar mendapat pelajaran penting dalam kehidupan dari sebuah pohon yang melepasakan semua daunnya sehingga ia terlihat lebih bersih dan cahaya kemudian datang menyinari pohon itu, sehingga terlihat jauh lebih indah. Kita juga harus belajar, bahwa yang kita miliki apakah Benar-benar sudah benar kita butuhkan dan dapat mendekatkan kepada Allah atau justru menjauhkan diri dari mengingat Allah? Jika yang dirasakan justru menjauhkan kepada Allah, bukankah melepaskan yang dicintai untuk mendapat cinta dari yang memeberi cinta adalah hal yang tak terbayarkan oleh gunung emas sekalipun?. 😊

 

kang Iman - 19/10/22


Kamis, 13 Oktober 2022

Jangan Sampai Langkahmu Terhenti

 

Jangan Sampai Langkahmu Terhenti

 

Kamu seorang Berpendidikan, atau bukan orang yang terdidik

Kamu seorang anak bangsawan, ataupun yang lahir dari keluarga yang kekurangan, kamu terlahir menawan ataupun pas pasan.

 

Kamu yang sudah memiliki karir tinggi ataupun yang sampai saat ini masih mengalami kegagalan demi kegagalan dalam meraih mimpi, kamu yang sudah memiliki Pendidikan tinggi ataupun yang hanya memimpikannya.

 

Taka ada Bedanya

Sama dimata Tuhan

Tak Perlu meninggi, karena ia Cuma sementara yang tuhan ciptakan yang bisa kapan saja Tuhan ambil tanpa permisi kepada tuannya. Dan tak perlu berkecil hati, karena tanpa permisi tuannya Tuhan bisa saja berikan sesuatu yang bahkan belum pernah terpikirkan kita untuk memilikinya.

 

Teruslah melangkah sampai tuhan sendiri yang memberhentikannya, di tujuan yang Tuhan mau. Tak perlu melihat Langkah orang yang terlalu pelan, karena kamu akan ikut tertinggal, tak perlu juga melihat Langkah orang yang melangkah terlalu cepat, karena kamu bisa saja terjatuh. Nikmatilah Langkah yang saat ini kamu rasakan, nikmatilah setiap kaki mengangkat dengan harapan, dan nikmatilah setiap kaki yang diletakkan di tanah dengan kepercayaan. Karena saat itulah tujuanmu semakin dekat. Percayalah, tujuanmu begitu dekat saat kamu tetap melangkah.

 

Jangan Sampai Langkahmu Terhenti!

 

 

Kang Iman l 1 Oktober 2022

Bumbu Cinta Nabi Adam

 Bumbu Cinta Nabi Adam

Jika berkata tentang cinta adalah kesetiaan dalam penantian maka harapan adalah jurang kehancuran perasaan dan bahkan kematian hati dalam mencintai. Sejatinya cinta memberikan kebahagiaan, ketenangan dan rasa dihargai dan dilindungi. Ada yang salah dengan cara mengekspresikan cinta yaitu harapan yang berlebih. Harapan yang wajar sebetulnya boleh, namun jadi tidak baik saat harapan disandingkan dengan ekspektasi yang menuntut kita dapatkan.

Seseorang laki-laki yang mencintai seorang wanita dengan penantian yang cukup lama pun tidak menebus sebuah kekecewaan saat Wanita itu tidak memberikan keputusan diluar ekspektasi yang berlebihan, sekalipun Wanita itu Bahagia dengan lelaki lain.

Siapa yang salah? Cinta atau hatinya?.

Hehe, tidak ada yang salah dari keduanya,karena cinta adalah fitrah seperti cintanya Nabi adam kepada siti hawa begitupun sebaliknya, cintanya siti hawa kepada nabi adam. Karena sejatinya cinta hadir untuk menyempurnakan kebahagiaan hidup. Bukankah nabi adam punya segalanya di dalam syurga? Namun mengapa masih merasakan kesedihan? Yah cinta datang dengan Tuhan menciptakan siti hawa dari tulang rusuk nabi adam. Dan menyatukan keduanya dengan cinta.

Dan apakah yang salah hati?

Sepertinya tidak, bagaimana ia, jika hati yang menjadi pusat dari segala yang menggerakan organ tubuh kita, Tuhan yang hanif yang menciptakan hati dengan sebaik-baiknya tuhan ciptakan dengan kesalahan, bukankah hati adalah makhluk yang menempel di dada setiap manusia yang diilhami dengan nafsu dan ketaatan? Dan bukankah kita yang menggerakan atau orang lain?

Ya, kita yang menggerakan, lantas apakah kita yang salah?

Tidak sepenuhnya, karena kita ingat bagaimana nabi adam dengannya cinta kepada siti hawa nabi adam tergoda untuk mengambil buah khuldi untuk menyenangkan yang dicintainya siti hawa, sementara itu larangan berat yang Allah larang. Lalu karena kesalahan itu mereka berdua diturunkan ke bumi. Itulah buah cinta, tidak selamanya indah. Berlanjut kisahnya nabi adam dan hawa diturunkan ke bumi dengan jarak pisah berkilo meter di padang safana yang gersang dan akhirnya bertemu kembali di tempat yang dikenal dengan Jabal Rohmah (Gunung Cinta), begitulah cinta sekalipun tak selalu indah, namun terus indah pada akhirnya.

Dari awal cinta diciptakanpun, cinta sudah dihiasi dengan penyesalan dan harapan perjumpaan kembali bukankah itu mengiris hati? Yah, bisa kita jawab sendiri, yang jelas saat kita merasakan cinta dan berakhir penantian yang tak kunjung datang atau harapan yang kian pupus atau justru kegagalan demi kegagalan. Katakanlah dengan yakin, itulah bumbu cinta. Dan tetap yakin tidak kuasa Allah ciptakan nabi adam hidup sendiri di Syurga, dan tak kuasa Allah pisahkan siti hawa dengan kekasihnya dalam waktu lama, sehingga mereka dipertemukan. Bukankah Allahnya nabi adam dan siti hawa adalah Allah nya kita juga? Yakinlah Allah sedang tersenyum saat kita membaca kilas balik kisah ini.

 

Kang Iman    I   14/10/22

Sabtu, 07 Desember 2019

Tata Cara Shalat Jamak – Taqdim dan Takhir

Definisi Shalat Jamak

Dalam agama, sholat jamak merupakan kegiatan menggabungkan dua sholat menjadi satu waktu. Misalnya dhuhur dan azar dijadikan satu, ditunaikan saat waktu dhuhur saja. Sehingga saat waktu ashar, kita tidak perlu melakukan sholat lagi.

Sholat jamak adalah rukhsah yang diberikan untuk orang-orang berpergian jauh atau kondisi darurat lain. Ketika mereka kesulitan melakukan ibadah sholat, maka sholatnya boleh dijamak.

Keringanan untuk menjalankan sholat jamak ini tentu bukan tanpa dasar. Hal ini dilandasi oleh dalil-dalil dan hadist yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan sholat jamak saat perang tabuk.

Dari Muaz menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw dalam Perang Tabuk apabila beliau berangkat sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan shalat Dhuhur sehingga beliau kumpulkan pada shalat Asar (beliau shalat Dhuhur dan Asar pada waktu Asar). Jika beliau berangkat sesudah tergelincir matahari, beliau melaksanakan shalat Dhuhur dan shalat Asar sefuiligus, kemudian beliau berjalan. Jiknbeliau berangkat sebelum Maghrib, beliau mengakhirkan shalat Maghrib sehingga beliau mengerjakan shalat Maghrib beserta Isya; dan jika beliau berangkat sesudahwaktu Maghrib, beliau menyegerakan shalat Isya dan beliau shalat Isya beserta Maghrib. (H.R. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmizi).

*Sholat yang bisa di jamak*

Perlu diketahui bahwa sholat yang bisa dijamak adalah:

  • Sholat dzuhur diringkas dengan Sholat Ashar, atau sebaliknya.
  • Sholat Maghrib diringkas dengan Sholat Isyak, atau sebaliknya.

Sedangkan sholat subuh tidak diperbolehkan untuk dijamak dengan sholat lainnya.

Orang yang Diperbolehkan Sholat Jamak

Tidak semua orang diperboleh sholat jamak. Hanya orang-orang tertentu saja yang mendapatkan keringanan ini, diantaranya yaitu:

  1. 1. Melakukan perjalanan (safar)

Musafir atau orang-orang yang melakukan perjalanan jauh diperbolehkan melakukan sholat jamak. Dengan ketentuan jarak yang ditempuh melebihi 2 marhalah atau lebih dari 89 kilometer.

  1. 2. Orang yang sakit

Seseorang yang sakit parah, sehingga tidak memungkinkan berdiri atau duduk. Bahkan kondisinya sangat lemah untuk digerakkan, maka diperbolehkan melakukan sholat jamak.

  1. 3. Ada udzur yang mendesak

Untuk orang yang memiliki udzur sangat mendesak, maka diperbolehkan melakukan sholat jamak. Misalnya saja hendak melakukan operasi atau pemeriksaan di dokter yang mana ia tidak mungkin meninggalkan maka solatnya boleh dijamak. Namun, perlu dicatat bahwa hal ini sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan.

Pendapat ini didasari oleh hadist:

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenjamak shalat Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ di Madinah padahal tidak ada rasa takut, tidak pula ada hujan” (HR Bukhari dan Muslim).

Abu az Zubair bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuat demikian. Kata Sa’id, “Hal itu sudah kutanyakan kepada Ibnu Abbas. Jawaban Ibnu Abbas, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamingin untuk tidak  menyusahkan satupun dari umatnya’.

Syarat Sahnya Sholat Jamak

Sebagaimana sholat fardhu pada umumnya, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sholat jamak sah di sisi Allah Ta’ala. Diantaranya yaitu:

  • 1. Berwudhu untuk menghilangkan najis.
  • 2. Menutup aurat.
  • 3. Menghadap kiblat.
  • 4. Menjalankan rukun sholat fardhu sebagaimana umumnya.
  • 5. Niat sholat jamak.
  • 6. Kedua sholat dilakukan secara berurutan tanpa diselingin aktivitas apapun. Jadi setelah salam, langsung berdiri lagi untuk sholat kedua. Tidak perlu dzikir, mengobrol, makan atau lainnya.

Jenis-Jenis Sholat Jamak

Sholat jamak tentu boleh dijadikan main-main. Semisal kita sedang malas lalu menjamak sholat. Atau mau pergi ke mall lalu menjamak sholat. Tentu hal itu salah ya! Sholat jamak hanya boleh dilakukan oleh seseorang yang benar-benar dalam kondisi darurat.

Adapun jenis sholat jamak dibedakan menjadi 2 macam yakni jamak taqdim dan jamak takhir.

  1. 1. Jamak Taqdim

Jamak Taqdim yaitu meringkas atau mengerjakan 2 sholat fardhu sekaligus di waktu sholat yang pertama. Yakni:

  • a. Sholat Dzuhur dan Ashar, dikerjakan saat waktu Dzuhur.
  • b. Sholat Maghrib dan Isya’, dikerjakan saat waktu Maghrib.
  1. 2. Jamak Takhir

Jamak Takhir yaitu meringkas atau mengerjakan 2 sholat fardhu sekaligus di waktu sholat yang terakhir. Yakni:

  • a. Sholat Dzuhur dan Ashar, dikerjakan saat waktu Ashar.
  • b. Sholat Maghrib dan Isya’, dikerjakan saat waktu Isya’.

 

Niat Solat Jamak Taqdim

Berikut adalah niat saat melaksanakan shalat jamak taqdim, yaitu:

  • Niat solat jamak taqdim dzuhur dan ashar (Dilakukan saat waktu dzuhur)

 “Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

  • Setelah selesai sholat dzuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al dzuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat ashar 4 rakaat dijama’ dengan dhuhur, fardhu karena Allah Ta’aala.

  • Niat solat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya’ (Dilakukan saat waktu maghrib)

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i  jam’a taqdiimin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ taqdim, fardu karena Allah Ta’aala.

  • Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al maghiribi jam’a taqdiiminadaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isyak empat rakaat dijamak dengan magrib, dengan jama’ taqdim, fardhu karena Allah Ta’aala.

Niat Shalat Jamak Takhir

Setelah Niat shalat jamak taqdim, berikut ini adalah niat untuk shalat jamak takhir, yaitu:

  • 1. Niat solat Jamak Takhir Dzuhur dan Ashar

“Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu dhuhur 4 rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala.

  • Setelah selesai sholat dzuhur, langsung dilanjut sholat ashar dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: “Aku sengaja sholat fardu Ashar 4 rakaat yang dijama’ dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta’aala”

  • 2. Niat solat Jamak takhir Maghrib dan Isya’

“Ushollii fardlozh maghribi thalaatha raka’aatin majmuu’an ma’al ‘isyaa’i  Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku sengaja sholat fardu maghrib 3 rakaat yang dijama’ dengan isyak, dengan jama’ takhir, fardu karena Allah Ta’aala.

  • Setelah selesai sholat maghrib, langsung dilanjut sholat isya’ dengan bacaan niat:

“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Aku berniat sholat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan magrib, dengan jama’ takhir, fardhu karena Allah Ta’aala

Sumber : dalamislam.com