GAMBAR

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 13 Oktober 2022

Bumbu Cinta Nabi Adam

 Bumbu Cinta Nabi Adam

Jika berkata tentang cinta adalah kesetiaan dalam penantian maka harapan adalah jurang kehancuran perasaan dan bahkan kematian hati dalam mencintai. Sejatinya cinta memberikan kebahagiaan, ketenangan dan rasa dihargai dan dilindungi. Ada yang salah dengan cara mengekspresikan cinta yaitu harapan yang berlebih. Harapan yang wajar sebetulnya boleh, namun jadi tidak baik saat harapan disandingkan dengan ekspektasi yang menuntut kita dapatkan.

Seseorang laki-laki yang mencintai seorang wanita dengan penantian yang cukup lama pun tidak menebus sebuah kekecewaan saat Wanita itu tidak memberikan keputusan diluar ekspektasi yang berlebihan, sekalipun Wanita itu Bahagia dengan lelaki lain.

Siapa yang salah? Cinta atau hatinya?.

Hehe, tidak ada yang salah dari keduanya,karena cinta adalah fitrah seperti cintanya Nabi adam kepada siti hawa begitupun sebaliknya, cintanya siti hawa kepada nabi adam. Karena sejatinya cinta hadir untuk menyempurnakan kebahagiaan hidup. Bukankah nabi adam punya segalanya di dalam syurga? Namun mengapa masih merasakan kesedihan? Yah cinta datang dengan Tuhan menciptakan siti hawa dari tulang rusuk nabi adam. Dan menyatukan keduanya dengan cinta.

Dan apakah yang salah hati?

Sepertinya tidak, bagaimana ia, jika hati yang menjadi pusat dari segala yang menggerakan organ tubuh kita, Tuhan yang hanif yang menciptakan hati dengan sebaik-baiknya tuhan ciptakan dengan kesalahan, bukankah hati adalah makhluk yang menempel di dada setiap manusia yang diilhami dengan nafsu dan ketaatan? Dan bukankah kita yang menggerakan atau orang lain?

Ya, kita yang menggerakan, lantas apakah kita yang salah?

Tidak sepenuhnya, karena kita ingat bagaimana nabi adam dengannya cinta kepada siti hawa nabi adam tergoda untuk mengambil buah khuldi untuk menyenangkan yang dicintainya siti hawa, sementara itu larangan berat yang Allah larang. Lalu karena kesalahan itu mereka berdua diturunkan ke bumi. Itulah buah cinta, tidak selamanya indah. Berlanjut kisahnya nabi adam dan hawa diturunkan ke bumi dengan jarak pisah berkilo meter di padang safana yang gersang dan akhirnya bertemu kembali di tempat yang dikenal dengan Jabal Rohmah (Gunung Cinta), begitulah cinta sekalipun tak selalu indah, namun terus indah pada akhirnya.

Dari awal cinta diciptakanpun, cinta sudah dihiasi dengan penyesalan dan harapan perjumpaan kembali bukankah itu mengiris hati? Yah, bisa kita jawab sendiri, yang jelas saat kita merasakan cinta dan berakhir penantian yang tak kunjung datang atau harapan yang kian pupus atau justru kegagalan demi kegagalan. Katakanlah dengan yakin, itulah bumbu cinta. Dan tetap yakin tidak kuasa Allah ciptakan nabi adam hidup sendiri di Syurga, dan tak kuasa Allah pisahkan siti hawa dengan kekasihnya dalam waktu lama, sehingga mereka dipertemukan. Bukankah Allahnya nabi adam dan siti hawa adalah Allah nya kita juga? Yakinlah Allah sedang tersenyum saat kita membaca kilas balik kisah ini.

 

Kang Iman    I   14/10/22

0 komentar:

Posting Komentar